h1

perkuliahan

April 4, 2009

Jurnalistik Radio: Ringkasan Perkuliahan

Oleh ASM. ROMLI

DEFINISI Jurnalistik radio (radio journalism, broadcast journalism) adalah proses produksi berita dan penyebarluasannya melalui media radio siaran.

Jurnalistik radio adalah “bercerita” (storytelling), yakni menceritakan atau menuturkan sebuah peristiwa atau masalah, dengan gaya percakapan (conversational).

KARAKTERISTIK

1. Auditif. untuk didengarkan, untuk telinga, untuk dibacakan atau disuarakan.

2. Spoken Language. Menggunakan bahasa tutur atau kata-kata yang biasa diucapkan dalam obrolan sehari-hari (spoken words). Kata-kata yang dipilih mesti sama dengan kosakata pendengar biar langsung dimengerti.

3. Sekilas. Tidak bisa diulang. Karenanya harus jelas, sederhana, dan sekali ucap langsung dimengerti.

4. Global. Tidak detail, tidak rumit. Angka-angka dibulatkan, fakta-fakta diringkaskan.

PRINSIP PENULISAN

1. ELF – Easy Listening Formula. Susunan kalimat yang jika diucapkan enak didengar dan mudah dimengerti pada pendengaran pertama.

2. KISS – Keep It Simple and Short. Hemat kata, tidak mengumbar kata. Menggunakan kalimat-kalimat pendek dan tidak rumit. Gunakan sesedikit mungkin kata sifat dan anak kalimat (adjectives).

3. WTYT – Write The Way You Talk. Tuliskan sebagaimana diucapkan. Menulis untuk “disuarakan”, bukan untuk dibaca.

4. Satu Kalimat Satu Nafas. Upayakan tidak ada anak kalimat. Sedapat mungkin tiap kalimat bisa disampaikan dalam satu nafas.

ELEMEN PEMBERITAAN

1. News Gathering – pengumpulan bahan berita atau peliputan. Teknik reportase: wawancara, studi literatur, pengamatan langsung.

2. News Production – penyusunan naskah, penentuan “kutipan wawancara” (sound bite), backsound, efek suara, dll.

3. News Presentation – penyajian berita.

4. News Order – urutan berita.

TEKNIS PENULISAN: PILIHAN KATA

1. Spoken Words. Pilih kata-kata yang biasa diucapkan sehari-hari (spoken words), e.g. jam empat sore (16.00 WIB), 15-ribu rupiah (Rp 15.000), dll.

2. Sign-Posting. Sebutkan jabatan, gelar, atau keterangan sebelum nama orang. Atribusi/predikat selalu mendahului nama, e.g. Ketua DPR –Agung Laksono— mengatakan…

3. Stay away from quotes. Jangan gunakan kutipan langsung. Ubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung, e.g. Ia mengatakan siap memimpin demo (”Saya siap memimpin demo,” katanya).

4. Avoid abbreviation. Hindari singkatan atau akronim, tanpa menjelaskan kepanjangannya lebih dulu, e.g. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri –BEM UIN—Bandung menggelar… (Ketua BEM UIN Bandung –Fulan—mengatakan…).

5. Subtle repetition. Ulangi secara halus fakta-fakta penting seperti pelaku atau nama untuk memudahkan pendengar memahami dan mengikuti alur cerita, e.g. Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono mengatakan… Menurut Presiden…. Kepala Negara juga menegaskan….

6. Present Tense. Gunakan perspektif hari ini. Untuk unsur waktu gunakan kata-kata “kemarin”, “hari ini”, “besok”, “lusa”, bukan nama-nama hari (Senin s.d. Minggu). Mahasiswa UIN Bandung melakukan aksi demo hari ini… Besok mereka akan melanjutkan aksi protesnya…

7. Angka. Satu angka (1-9) ditulis pengucapannya. Angka 1 ditulis “satu” dst. Lebih dari satu angka, ditulis angkanya. Angka 25 atau 345 jangan ditulis: duapuluh lima, tigaratus empatpuluh lima. Angka ratusan, ribuan, jutaan, dan milyaran, sebaiknya jangan gunakan nol, tapi ditulis: lima ratus, depalan ribu, 15-juta, 145-milyar.

8. Mata uang. Ditulis pengucapannya di belakang angka, e.g. 600-ribu rupiah (Rp 600.000), 500-ribu dolar Amerika Serikat (US$ 50.000)

TANDA BACA KHUSUS

1. Dash. tanda garis pisah (–) untuk sebelum nama atau kata penting atau butuh penekanan.

2. Punctuation. Tanda Sengkang, yaitu tanda-tanda pemenggalan (-) untuk memudahkan pengucapan singkatan kata yang dieja. M-U-I, B-A-P, W-H-O, P-U-I, dsb

3. Garis Miring. Jika perlu, gunakan garis miring satu (/) sebagai pengganti koma atau sebagai tanda jeda untuk ambil nafas, garis miring dua (//) untuk ganti titik, dan garis miring tiga (///) untuk akhir naskah.

Contoh:

Menjelang Pemilu 2009/ sedikitnya sudah 54 partai politik/ mendaftarkan diri ke Departemen Hukum dan HAM// Mereka akan diverifikasi untuk ikut Pemilu. Menurut pengamat politik –Arby Sanit/ banyaknya parpol itu menunjukkan animo elite untuk berkuasa masih tinggi///

PRODUK JURNALISTIK RADIO

1. Copy – Berita pendek, durasi 15-20 detik. Biasanya berita penting, harus cepat diberitakan, disampaikan di sela-sela siaran (breaking news) atau program reguler insert berita (news insert) tiap menit 00 tiap jam misalnya. Berupa Straight News.

2. Voicer – Laporan Reporter. Terdiri dari pengantar (cue) penyiar di studio dan laporan reporter di tempat kejadian, termasuk sound bite dan/atau live interview.

3. Paket. Panjangnya 2-8 menit. Isinya paduan naskah berita, petikan wawancara (soundbite).

4. Feature. Durasi 10-30 menit. Paduan antara berita, wawancara, ulasan redaksi, musik pendukung, dan rekaman suasana (wildtracking). Membahas tema tertentu yang mengandung unsur human interest. Bisa pula berupa dokumenter (documentary).

5. Vox Pop. Singkatan dari vox populi (suara rakyat). Berisi rekaman suara opini masyarakat awam tentang suatu masalah atau peristiwa.

Cue: Menjelang Pemilu 2009, sedikitnya sudah 54 partai politik mendaftarkan diri ke Departemen Hukum dan HAM, guna diverifikasi sehingga bisa ikut Pemilu. Bagaimana tanggapan masyarakat tentang banyaknya parpol tersebut, berikut ini petikan wawancara kami dengan beberapa warga masyarakat:

Sound Bite : 1. “Bagus lah, biar banyak pilihan…” 2. “Saya sih mau golpu aja, gak ada partai yang bagus sih menurut saya mah…” 3. “Saya akan setia pada parpol pilihan saya, tidak akan kepengaruh oleh parpol baru, belum tentu lebih bagus ka…” dst.

NEWS PROGRAM

1. Buletin (Paket berita) – Berisi rangkaian berita-berita terkini (copy, straight news) –bidang ekonomi, politik, sosial, olahraga, dan sebagainya; lokal, regional, nasional, ataupun internasional. Durasi 30 menit atau lebih.Durasi bisa lebih lama jika diselingi lagu dan “basa-basi” siaran seperti biasa.

2. News Insert – insert berita.Berisi info aktual berupa Straight News atau Voicer. Durasi 2-5 menit bergantung panjang-pendek dan banyak-tidaknya berita yang disajikan. Biasanya disajikan setiap jam tertentu. Bisa berupa breaking news, disampaikan penyiar secara khusus di sela-sela siaran non-berita.

3. Majalah Udara — Berisi straight news, wawancara, dialog interaktif, feature pendek, dokumenter, dan sebagainya.

4. Talkshow – Dialog interaktif atau wawancara langsung (live interview) di studio dengan narasumber, atau melalui telepon

REFERENSI:

Asep Syamsul M. Romli, Broadcast Journalism: Panduan Menjadi Penyiar, Reporter, dan Scriptwriter, Penerbit Nuansa Bandung, 2004; Imelda Reynolds (ed.), Pedoman Jurnalistik Radio, Internews Indonesia, 2000; JB Wahyudi, Dasar-Dasar Jurnalistik Radio dan Televisi, Pustaka Utama Grafiti Jakarta, 1996; Torben Brandt dkk. (editor), Jurnalisme Radio: Sebuah Panduan Praktis, UNESCO Jakarta-Kedubes Denmark Jakarta 2001.

By ASM. Romli. Ikhtisar perkuliahan “Jurnalistik Radio” Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah & Komunikasi UIN SGD Bandung.*

h1

kitriw

April 4, 2009

pusing musim kampanye…. smua partai berorasi tiada henti,mengumbar janji-janji yg membohongi masyarakat. stiap partai mengklaim partainya paling benar,paling bersih,paling segalanya. padahal rakyat hanya butuh bukti dari partai tersebut. belum lagi masyarakat di hadapkan kepada masalah yang seolah tidak mw beranjak. di tambah cara meilih yang membuat pusing karena kertas pemilihan suara yang segede pamflet untuk acara-acara band…

h1

luapan….!!!!

Desember 19, 2008

<a href=”http://www.textspace.net/multi_text/”><img src=”http://img142.imageshack.us/img142/5580/2312401bfa6f88agx3.gif” border=”0″ alt=”Multi-styled Text Generator at TextSpace.net” /></a>

h1

#####++++******

November 18, 2008

Burried myself alive

You almost always pick the best times
To drop the worst lines
You almost made me cry again this time
Another false alarm
Red flashing lights
Well this time I’m not going to watch myself die

I think I made it a game to play your game
And let myself cry
I buried myself alive on the inside
So I could shut you out
And let you go away for a long time

I guess it’s okay I puked the day away
I guess it’s better you trapped yourself in your own way
And if you want me back
You’re gonna have to ask

I think the chain broke away
And I felt it the day that I had my own time
I took advantage of myself and felt fine
But it was worth the night
I caught an early flight and I made it home

I guess it’s okay i puked the day away
I guess it’s better you trapped yourself in your own way
And if you want me back
You’re gonna have to ask
Nicer than that…
Nicer than that…

With my foot on your neck
I finally have you
Right where I want you
Right where I want you
Right where I want you
Right where I want you

I guess it’s okay i puked the day away
I guess it’s better you trapped yourself in your own way
And if you want me back
You’re gonna have to ask
Nicer than that…

I guess it’s okay i puked the day away
I guess it’s better you trapped yourself in your own way
And if you want me back
You’re gonna have to ask
Nicer than that…
Nicer than…
Nicer…

h1

materi kuliah

November 10, 2008

DAFTAR 100 KATA YANG SERING SALAH EJA DAN KATA-KATA MUBAZIR

Daftar ini disusun menurut urutan abjad. Kata pertama adalah kata baku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kecuali ada keterangan lain, dan dianjurkan digunakan. Sedangkan kata-kata selanjutnya adalah variasi ejaan lain yang kadang-kadang juga digunakan. Bingung? Gunakan ejaan pertama. Itu yang baku dan sesuai kaidah KBBI:

1. aktif, aktip
2. aktivitas, aktifitas
3. al Quran, alquran
4. analisis, analisa
5. Anda, anda

6. apotek, apotik (ingat: apoteker, bukan apotiker)
7. asas, azas
8. atlet, atlit (ingat: atletik, bukan atlitik)
9. bus, bis
10. besok, esok

11. diagnosis, diagnosa
12. ekstrem, ekstrim
13. embus, hembus
14. Februari, Pebruari
15. frekuensi, frekwensi

16. foto, Photo
17. gladi, geladi
18. hierarki, hirarki
19. hipnosis (nomina), menghipnosis (verba), hipnotis (adjektiva)
20. ibu kota, ibukota

21. ijazah, ijasah
22. imbau, himbau
23. indera, indra
24. indragiri, inderagiri
25. istri, isteri

26. izin, ijin
27. jadwal, jadual
28. jenderal, jendral
29. Jumat, Jum’at
30. kanker, kangker

31. karier, karir
32. Katolik, Katholik
33. kendaraan, kenderaan
34. komoditi, komoditas [2]
35. komplet, komplit

36. konkret, konkrit, kongkrit
37. kosa kata, kosakata
38. kualitas, kwalitas, kwalitet [2]
39. kuantitas, kwantitas [2]
40. kuitansi, kwitansi

41. kuno, kuna [3]
42. lokakarya, loka karya
43. maaf, ma’af
44. makhluk, mahluk, mahkluk (salah satu yang paling sering salah)
45. mazhab, mahzab

46. metode, metoda
47. mungkir, pungkir (Ingat!)
48. nakhoda, nahkoda, nakoda
49. narasumber, nara sumber (berlaku juga untuk kata belakang lain)
50. nasihat, nasehat

51. negatif, negatip (juga kata-kata lainnya yang serupa)
52. November, Nopember
53. objek, obyek
54. objektif, obyektif/p
55. olahraga, olah raga

56. orang tua, orangtua
57. paham, faham
58. persen, prosen
59. pelepasan, penglepasan
60. penglihatan, pelihatan; pengecualian

61. permukiman, pemukiman
62. perumahan, pengrumahan; baik untuk arti housing maupun PHK
63. pikir, fikir
64. Prancis, Perancis [4]
65. praktik, praktek (Ingat: praktikum, bukan praktekum)

66. provinsi, propinsi
67. putra, putera
68. putri, puteri
69. realitas, realita
70. risiko, resiko

71. saksama, seksama (Ingat!)
72. samudra, samudera
73. sangsi (=ragu-ragu), sanksi (=konsekuensi atas perilaku yang tidak benar, salah)
74. saraf, syaraf
75. sarat (=penuh), syarat (=kondisi yang harus dipenuhi)

76. sekretaris, sekertaris
77. sekuriti, sekuritas [2]
78. segitiga, segi tiga
79. selebritas, selebriti
80. sepak bola, sepakbola

81. silakan, silahkan (Ingat!)
82. sintesis, sintesa
83. sistem, sistim
84. sorga, surga, syurga
85. subjek, subyek

86. subjektif, subyektif/p
87. Sumatra, Sumatera
88. standar, standard
89. standardisasi, standarisasi [5]
90. tanda tangan, tandatangan

91. tahta, takhta
92. teknik, tehnik
93. telepon, tel(f/p)on, telefon, tilpon
94. teoretis, teoritis (diserap dari: theoretical)
95. terampil, trampil

96. ubah (=mengganti), rubah (=serigala) — sepertinya kedua-duanya berlaku
97. utang, hutang (Ingat: piutang, bukan pihutang)
98. wali kota, walikota
99. Yogyakarta, Jogjakarta
100. zaman, jaman

Kata-kata mubazir yang sering digunakan wartawan :

  1. Adalah

  2. Telah

  3. Untuk

  4. Akan

  5. Dari

  6. Bahwa

  7. Sementara itu

  8. Dapat ditambahkan

  9. Perlu diketahui

  10. Dalam rangka

h1

resume perkuliahan

November 10, 2008

Bahasa adalah sejarah/peluru
komunikasi massa adalah komunikasi tertinggi/komunikasi melalui media massa

Bahasa Jurnalis :
:: Sederhana
:: Padat
:: Hemat
:: Singkat
:: Umum

h1

resume perkuliahan

November 10, 2008

D. Penulisan Gabungan Kata

Penulisan gabungan kata istilah khusus
Gabungan kata istilah khusus yang harus ditulis dengan tanda hubung
Contoh :
anak-istri saya
ibu-bapak kami

Penulisan gabungan kata serangkai
Contoh :
1. Olahraga
2. Kacamata ( mesti digabung ) sebab sebagai contoh “kacamata”
3. saputangan bila ditulis kaca-mata, nanti disangkanya matanya
4. sekalipun memiliki kaca

5. sapu lidi (penulisan dipisah) sebab pada kata sapu, terdapat nama sapu injuk juga selain sapu lidi

E. Penulisan Partikel

Yaitu pada sebuah kata yang tidak memiliki makna, namun bila menempel pada kata lain, maka akan menjadi bermakna atau memiliki arti.
Contoh :
* kah (diberi kata) ada Y adakah?
Menjadi
* lah (diberi kata) baca Y bacalah!
Menjadi

a. Penulisan partikel pun
* Partikel pun yang harus ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.
Contoh :
apa pun
kapan pun
di mana pun
sepuluh kali pun
* Partikel pun yang harus ditulis menyatu dengan kata yang mendahuluinya.
Contoh :
adapun
andaipun
ataupun
bagaimanapun biarpun meskipun
walaupun dll.

b. Penulisan partikel per
Contoh :
satu per satu
Rp 7.500 per helai

Perbedaan Penulisan Akronim dan Singkatan

SINGKATAN
yaitu tersusun dari hufuf-huruf awal
Contoh :
TNI singkatan dari Tentara Negara Indonesia
KB singkatan dari Kampungan Banget

AKRONIM
Yaitu singkatan yang disusun dari penggalan kata, baik awal, tengah atau akhir kata
Contoh :
Miras singkatan dari Minuman keras
Mirdog singkatan dari Mie campur endog

h1

Resume perkuliahan

November 8, 2008

EYD( Ejaan Yang Disempurnakan) adalah pedoman baku dalam bahasa indonesia. dalam penulisan pun harus memakai EYD.

Penulisan Huruf kapital :

  1. jabatan tidak di ikuti nama orang. bila di ikuti nama orang huruf pertama besar,bila tidak nama orang atau tempat maka hurup pertama kecil.
  2. huruf pertama nama bangsa; seperti Indonsia,England dst.
  3. Nama geografi sebagai nama jenis.
  4. setiap unsur bentuk ulang sempurna.
  5. penulisan kata depan dan kata sambung.

penulisan huruf miring :

  1. penulisan nama buku,
  2. penulisan penegasan kata( bahasa asing,bahasa daerah)
  3. penulisan kata ilmiah.

penulisan kata turunan :

  1. Gabungan kata dapat awalan,akhiran. seperti Bertepuk tangan, dilipatgandakan.

untuk penulisan gabungan kata di pakai untuk gabungan kata istilah khusus seperti kata orangtua penulisanya harus di gabung.

h1

resume perkuliahan

November 7, 2008

sepuluh Pedoman Bahasa Jurnalistik :

1. Wartawan hendaknya secara konsekuen menaati EYD ( Ejaan Yang Di sempurnakan),kenapa hendaknya,untuk memaklumi kesalahan wartawan itu sendiri yang di sebabkan oleh deadline.style book adalah pedoman gaya penulisan dari setiap media

2. Wartawan hendaknya membatasi diri dalam singkatan & akronim,minimal menyebutkan sekali arti dari akronim atau singkatan.
3. Wartawan hendaknya tidak menghilangkan imbuhan, bentuk awal atau prefiks,terkecuali untuk penulisan judul. contoh : Bus Hantam Kereta api,tapi dalam isi berita di tulis bus menghantam kereta api.

4. Hendaknya menulis dengan kalimat-kalimat pendek,tapi tetap harus logis dan lengkap.
contoh :
Di dalam film ini akan mengisahkan sisi gelap dan hal-hal yang menyentuh (kalimat yang
tidak logis)
seharusnya :
Film ini mengisahkan sisi gelap dan hal-hal yang menyentuh

5. Hendaknya menjauhkan diri dari ungkapan klise
daftar kata-kata yang “haram” digunakan oleh wartawan :
.: Sementara itu
.: Dapat ditambahkan
.: Perlu diketahui
.: Dalam rangka

6. Hendaknya menghilangkan kata mubazir (apabila di ikuti dengan keterangan waktu)
seperti:
.: Adalah
.: Telah
.: Untuk
.: Dari
.: Bahwa

7. Hendaknya mendisiplinkan pikiran agar tidak campur antara pasif dengan aktif.bila kalimat pertama aktif kalimat berikutnya harus aktif,harus di ingat hindari kalimat pasif.

8. Menghindari kata-kata asing dan istilah-istilah yang terlalu teknis ilmiah,meskipun menggunakan istilah asing harus di jelaskan.

9. wartawan Hendaknya menaati kaidah tata bahasa

10. wartawan Hendaknya sadar bahwa jurnalistik spesifik dan komunikatif.

h1

resume perkuliahan

Oktober 31, 2008

posisi bahasa jurnalistik

dalam terminologi sosial,posisi dapat di artikan status. posisi bahasa jurnalistik sangat strategis,dan sangat berkaitan dengan peran.

posisi bahasa jurnalistik :

  1. sebagai alat komunikasi media.
  2. sebagai lab bahasa bagi masyarakat.maksudnya untuk menjadi trensetter di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,seperti ungkapan “tak” yang berasal dari kata tidak,”takkan” asal kata dari tidak akan. namun masyarakat sendiri tidak menentang karena pengaruh media yang sangat besar.
  3. sub sistem dari bahasa indonesia. tetap harus mengacu dan merujuk pada bahasa indonesia tapi ada pengecualian,seperti dalam judul boleh pakai kata dasar, contoh “Persib bantai Persija”  kata bantai asal dari kata membantai.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.